Psychedelic Pointer

Ortu di India Merasa Terkutuk Lahirkan Bayi dengan Empat Tangan dan Kaki

Bayi di India lahir dengan empat tangan dan kaki. (Foto: SWNS)
Bayi di India lahir dengan empat tangan dan kaki.

Seperti calon orangtua (ortu) lainnya, Savita Devi dan Suresh Saw begitu menantikan kelahiran anak pertama mereka. Akan tetapi, semesta berkata lain.
Bayi perempuan tersebut harus meninggal tak lama setelah dilahirkan. Ayahnya yang berprofesi sebagai petani tak tahu harus merasa senang atau sedih atas kematian putrinya.


Pasalnya, anak tersebut terlahir berbeda. Kepalanya lebih besar dari bayi normal. Dia memiliki dua torso (batang tubuh), empat tangan dan empat kaki.

“Kami sangat menjaga kehamilannya. Kami mengharapkan kelahiran bayi yang normal. Tetapi kami dianugerahkan bayi yang berbeda. Saya tidak tahu harus merasa senang atau kasihan pada anak malang ini,” ucap Saw

Saw yakin bayi tersebut adalah hukuman yang diberikan Tuhan kepada dia dan istrinya. “Dewa pasti sudah mengutuk kami atas dosa-dosa kami, karma buruk yang kami wariskan dari kehidupan sebelumnya,” tukas Saw.


Dokter Mukesh Kumar dan bayi terlahir dengan kelainan. 
 
Ibunya, Savita Devi masih syok setelah kehilangan bayinya pada Jumat 23 Juni. Meski begitu, dia mencoba berpikir positif.
“Saya pikir apa pun yang terjadi adalah yang terbaik. Jika bayi saya hidup dengan bentuk seperti itu, hari-harinya sama saja dengan kematian,” nilainya.
Segera setelah lahir ke dunia, bayi yang belum sempat diberi nama itu langsung masuk ruang perawatan intensif. Dokter Mukesh Kumar yang membantu kelahirannya mengatakan bahwa anak tersebut memang tidak akan bertahan hidup lama karena belum terbentuk secara sempurna.
“Ini disebut cacat bawaan. Janin tidak bertumbuh dengan baik saat dalam kandungan karena beberapa alasan,” terangnya.
Kondisi ini sangat langka. Dokter Kumar menjelaskan, bayi perempuan itu seharusnya terlahir kembar siam. Namun karena belum terbentuk sepenuhnya, tubuh itu tidak terpisah. Malah terserap satu sama lain. Kelainan semacam itu mungkin saja terjadi pada tahap perkembangan embrio di dalam rahim.

Comments