Psychedelic Pointer

KUMPULAN PUISI BUAT SI DIA




CINTA

Cinta..
Kau hadir dengan sejuta harapan..
Segenggam impian dan angan,
Janjikan tawa canda penuh bahagia..
Tapi mengapa harus luka yang kudapat??
Kepedihan hati yang tak terobati,
disaat hati ini telah kuyakini..

Diantara bintang aku bertanya..
berbiaskan cahaya rembulan..
Apakah ini yang namanya cinta??
Indah yang sekejap mata..
namun sakitnya tak terhinnga..
Kata-katapun tak mampu wakili..
akan pedih hati ini..

CINTA itu bahagia tapi menyakitkan..
saat kita mencintai, kita bahagia..
saat kita cemburu, kita terluka..

CINTA tak harus memiliki?
“itu bohoong !!
semua orang ingin memiliki, bahkan kadang merasa harus memiliki..

Dengan melihat orang yang dicintai bahagia, kita pun bahagia?
“bohoong”!!!
kita hanya pura2 bahagia,,
di saat hati kita sakit, itu mengajarkan kita untuk menjadi MUNAFIK..

Lebih bahagia dicintai dari pada mencintai?
“itu salah”!!!
saat di cintai kita hanya merasa bangga,
namun saat mencintai kita dapat merasakan arti bahagia sesungguhnya..


Apakah Cinta Tak Harus Memiliki?

Kemarin,
Kita duduk bersama: berbicang, bercanda, dan saling bercerita.

Kita saling mengenal,
bahkan hingga ke relung hati yang paling dalam.

Tapi mengapa
kita harus menutupi
cinta yang mulai tumbuh.

Dan..
Mengapa engkau
mesti berpura-pura bahwa tak ada cinta di antara kita.

Jika memang ada dinding pemisah
bukankah kita bisa mengatasinya?

Ataukah engkau mulai berpikir,
bahwa cinta tak harus memiliki?


Kau Takkan kumilki 


ada yang tak bisa ku baca dari gerak bibir mu
ada yang tak bisa kuraba dalam hangat pelukmu
tapi pandangan matamu
masih seperti yang kulihat saat pertama bertemu
pandangan mata yang duu pernah menjerumuskanku
dalam dimensi cinta tak terbatas ruang dan waktu
seperti menggapai-gapai dasar
yang tak juga tersentuh

Dan masing ku ingat betul
betapa aku tersiksa
saat ku sadari
kau takkan kumiliki 



DI UJUNG KATA-KATA

Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku
Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api
Menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angan tanpa tujuan

Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi
Membawa sebaris kata bahagia yg menenggelamkan nurani
Di atas pengharapan tak berkesudahan

Tentang rindu kusam
Tentang cinta terbuang
Mengutip satu namamu di antara keluh kesah
Gundah gelisah, air mata, dan lara

Masihkah ada sedikit senyum darimu
Di batas penantianku yang kini makin terbata
Jika masih ada ruang di hatimu
Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah
Pada tanah membentang
Pada pohon-pohon rindang
Dan angin yang mengusik keangkuhan

Setidaknya biar ada tanda yg bisa kubaca dan kuraba
Janganlah sepi yang hadir
Janganlah semu yang membeku


AKU SAKIT
Aku tahu aku tak sempurna
Tapi apakah salah jika aku menginginkan seseorang yang sempurna??
Apakah aku tidak pantas di cinta??

Aku memang munafik
Tapi apa daya semua ini
percuma aku mengharap cinta nya
dia hanya anggap aku ini angin lalu 
apakah berhak buat aku memaksa dia?
apakah berhak, jika aku memaksa dia untuk menerima cintaku??
Setelah dia berpaling ke orang lain, aku mulai tak sanggup melihat dia berdua
Tapi hanya 1 pesanku untuk seseorang itu.
jaga dia
buat dia selalu tersenyum ketika dia ada di sampingmu.. 


DEMI SESUAP NASI
Sampai kapan penderitaan ini
Selalu dan selalu saja menghantui
Tak pernah ada henti
Terkadang iri menyerang jiwa
Melihat mereka yang selalu bahagia
Walau semua ini sulit dilewati
Apalah daya inilah yang harus terjadi
Takdir setiap manusia memang berbeda
Jalan hidup setiap manusia memang berbeda
Tapi inilah takdir hidup ini
Berjuang hanya untuk sesuap nasi


CUKUP DENGAN MEMANDANGMU

Aku hanya tahu namamu
Aku hanya tahu jika itu kamu
Tidak cukup banyak waktu untuk dekat denganmu
Selalu ada penghalang waktu buat kita
Ku ingin mengungkapkan nya kepadamu
Tapi aku takut, takut untuk akan kembali di hempaskan
Aku risau, Risau akan kehilangan dirimu

Andai saja kamu tahu apa yang ku rasa
Andai saja kamu menyadarinya
Dari tingkah laku ku denganmu
perhatianku denganmu
Seharus nya kamu tahu itu!!
Apa ada daya ku, Mungkin ini lah yang terbaik
Aku hanya cukup Dengan Memandangmu




Comments