Aku menganggapmu sebagai matahari yang selalu menyinari dan
menghangatkan meski kadang teriknya menyiksa diriku. Dikeheningan malam,
aku menganggapmu sebagi bulan yang selalu setia menemani sang bintang
meski kadang hujan membuatnya tak terlalu indah.
Detik demi
detik yang kita lalui bersama selalu menyimpan semua kenangan yang
sangat manis dan tersimpan rapi disanubari. Bau khas rambut dan tubuhmu
selalu mampu menghipnotisku terbuai untuk selalu memelukmu, menghalalkan
hubungan ini sesuai Ridha-Nya dan menghabiskan sisa umurku bersamamu.
 |
| Kebersamaan Via https://www.pexels.com |
Mempunyai
anak-anak yang lucu dan sebuah rumah idaman di pinggir desa nan asri,
membesarkan anak-anak kita bersama sampai menimang cucu. Ah, itu
sekarang hanya sebuah janji yang tak bisa kau tepati lagi. Hanya sebuah
harapan kosong yang hancur berantakan dihembus topan dan puting beliung.
Entah,
setan jenis apa yang memasuki jiwa dan ragamu. atau bisikan iblis mana
yang bisa meluluhlantahkan hatimu untuk pergi begitu saja
meninggalkanku. Tiada pemberitahuan atau sekedar ucapan berpisah.
Bukankah seharusnya kamu memilih untuk pamit meski aku yang terluka.
Satu
hal yang harus kamu tahu, kini setelah sekian lama tak bersua denganmu.
Aku sudah memantaskan diri untuk masa depan yang baik, dan dimanapun
kamu berada. Semoga hidupmu bahagia selalu mantan yang tak pernah ada
kabar.
Comments
Post a Comment